Langsung ke konten utama

Segala Sesuatu Perlu Sabar






segala sesuatu perlu proses dan perjalan yang memerlukan waktu .Dalam menjalani proses inilah kita memerlukan kesabaran,baik mejadi seorang pelajar maupun seorang bisnis sekalipun pokoknya seluruh lini kehidupan manusia membutuhkan yang namanya kesabaran.


Ternyata perjalanan hidup kita ini memiliki jalan masing-masing yang sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa.Kadang kita mengahadapi hidup ini harus dengan air mata atau dengan tangisan dan sakit hati dari segala hinaan .Kalau kuat dari segala cobaan itu kita akan menjadi kuat dan akan menjadi manusia hebat.


Saya sering membaca sejarah orang hebat seperti para nabi ulama wali atau penemu-penemu besar abad modern, dalam perjalanan hidup menuju kesuksesannya memerlukan proses yang memerlukan kesabaran yang luarbiasa.Sekalipun otak mereka sangat jenius tapi tetap proses harus ditempuh tentunya memerlukan kesabaran.


Kadang sebagai manusia biasa, saya sangat ingin seperti orang lain yang sukses dan secepat kilat ingin sekali menyamai mereka ,padahal kita tahu suksesnya mereka hari ini adalah hasil dari proses masal lalunya yang penuh dengan kesabaran dan perjuangannya.Jadi kita jangan seperti anak kecil yang sedang belajar silat baru bisa satu atau dua jurus sudah seperti pendekar seakan –akan menguasai seluruh jurus silat.maaf kalau analogi salah .


Di manapun dalam menjalakan proses untuk kesuksesan inilah tidak semua orang bisa bertahan kadang mereka mundur bukan otaknya tidak jenius tapi karena kesabaranya yang tidak tahan dalam mengahadapi segala cobaan dan rintangannya.


Saya pernah berdialog dengan teman saya yang lulus dalam sebuas tes untuk masuk kedalam sebuah perusahaan nasional yang sangat bonafitlah karena kalau masuk perusahaan itu seluruh karyawannya terjamin secara materi . Karena otak teman saya sangat jenius dia lulus dalam tes masuk ke perusahaan tersebut.


Dia mengatakan.”Saya dulu lulus tes di sebuah perusaahaan nasional walaupun sleksinya sangat ketat dan susah ,tapi saya mampu lulus dan bersaing dengan ribuan peserta lain.


“Setelah lulus tes saya ditraining tapi jauh dari dugaan saya,saya ditempatkan dulu di sebuah kantin perusahaan bagian cuci piring semacam OB lah atau cleaning sevisnya.Saya gak tahan mungkin karena dulu ingin bekerja di perusahan tersebut bukan menjadi seperti itu tapi langsung duduk di belakang meja dengan setelan jas dan berdasi tapi sekarang saya hanya menjadi tukang cuci piring,batin saya tidak menerima itu .”


“Setiap kerja saya mengerutu dan marah-marah daripada kerja seperti ini saya lebih baik keluar.Saya punya seorang teman dia paling dekat dengan saya dia tidak pernah menggrutu dan pasrah dengan nasibnya seperti itu .Dia tidak pernah mengeluh atau menggrutu tidak tahu kalau dengan jiwanya apa sama dengan saya, saya benar-benar tidak tahu.”


“Akhirnya keputusan saya sudah bulat untuk keluar dari perusahaan itu .Tanpa memberitahukan ke pemimpin perusahaan hanya ke teman saya itu bahwa saya akan keluar dan pulang kampung saja.Saya benar-benar keluar dari perusahaan itu.


“Setahun setelah saya keluar dari perusahaan itu saya masih biasa-biasa saja belum ada perubhan dari pekerjaan atau pun materi.Suatu hari saya jalan –jalan ke kota di daerah saya tanpa di duga saya bertemu dengan teman saya waktu training di perusahaan itu ,Dia sudah gagah dengan memakai mobil pribadi dan pakain yang tidak kumal waktu training.”


“Teman saya mengatakan.Coba kalau kamu sedikit sabar saja saya yakin kamu akan cepat sukses dan naik pangkat daripada saya karena kamu sangat jenius.”


Itulah saudaraku jadi kita harus memiliki kesabaran dalam mengahadapi segala tantangan dalam hidup kita ini.Pribahasa mengatakan hujan pasti ada redanya banjir pasti ada surutnya hanya saja bagaiman kita menyikapinya.


Ternyata kejeniusan bisa dikalahkan oleh orang yang sabar.


Saya teringat jaman kecil saya sewaktu Almarhum bapak masih ada sebelum tidur beliau selalu menceritaka sebuah riwayat atau dongeng sebelum tidur yang selalu membekas dalam pikiran saya.Cerita tentang seorang santri yang sangat bodoh bisa dikatan begitu karena dia selalu tidak dapat menghapal pelajaran dari sang gurunya ,sedangkan santri yang lain mereka mampu menghapalnya.


Karena dia merasa bodoh dia memtuskan untuk pulang saja karena mondok atau belajarpun percuma tidak ada hasilnya.Pulang lah dia dari pndoknya dengan hati sedih tanpa memberitahukan kepada gurunya hanya kepada teman dekatnya saja bahwa dia mau pulang.


Di tengah perjalan pulangnya dia beristrirahat karena lelah sambil mengusap air pelunya dia duduk diatas akar pohon yang besar dan rimbun kicau burung menemaninya dengan semilir angin yang menerpa tubunya menambah kesegaran pulangnya tapi tidak sesegar pikirannya.Diseberang pohon ada sebuah tebing yang tidak terlalu tinggi dengan akar akar menggantung di tebing itu.Dia teru melihat ke tebing yang ditutupi akar pohon ,dari akar pohon itu keluar air yang menetes ke bawah tebing.


Tetesan air itu menimpa batu yang di bawahnya.sampai membetuk cekungan pada batu itu.Santri ini terus memandang kejadian alam itu melihat air yang menetes hanya setetes saja tidak deras tapi batu bisa mencekung.Santri ini terus memandang pemandangan itu sambil berpikir.Batu saja yang keras bisa cekung hanya dengan tetesan air ,bukan karena batu itu rapuh atau airnya yang tajam tapi karena waktu yang lama.Entah bagaimana di dalam hati santri itu masuk sebuah motivasi yang sangat kuat untuk bangkit .


Santri itu memutuskan untuk kembali lagi ke pondoknya tidak jadi pulang kerumahnya.Dengan tekad yang kuat termotivasi oleh tetesan air yang menimpa batu itu.Dia bangkit dengan semangat dan kesabaran yang kuat sampai dia sukses menjadi seorang ulama hebat .


Semoga kita diberikan kesabaran dalam menghadapi segala rintangan dalam mencapai segala cita –cita kita .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...