segala sesuatu perlu proses dan perjalan yang memerlukan waktu .Dalam menjalani proses inilah kita memerlukan kesabaran,baik mejadi seorang pelajar maupun seorang bisnis sekalipun pokoknya seluruh lini kehidupan manusia membutuhkan yang namanya kesabaran.
Ternyata perjalanan hidup kita ini memiliki jalan masing-masing yang sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa.Kadang kita mengahadapi hidup ini harus dengan air mata atau dengan tangisan dan sakit hati dari segala hinaan .Kalau kuat dari segala cobaan itu kita akan menjadi kuat dan akan menjadi manusia hebat.
Saya sering membaca sejarah orang hebat seperti para nabi ulama wali atau penemu-penemu besar abad modern, dalam perjalanan hidup menuju kesuksesannya memerlukan proses yang memerlukan kesabaran yang luarbiasa.Sekalipun otak mereka sangat jenius tapi tetap proses harus ditempuh tentunya memerlukan kesabaran.
Kadang sebagai manusia biasa, saya sangat ingin seperti orang lain yang sukses dan secepat kilat ingin sekali menyamai mereka ,padahal kita tahu suksesnya mereka hari ini adalah hasil dari proses masal lalunya yang penuh dengan kesabaran dan perjuangannya.Jadi kita jangan seperti anak kecil yang sedang belajar silat baru bisa satu atau dua jurus sudah seperti pendekar seakan –akan menguasai seluruh jurus silat.maaf kalau analogi salah .
Di manapun dalam menjalakan proses untuk kesuksesan inilah tidak semua orang bisa bertahan kadang mereka mundur bukan otaknya tidak jenius tapi karena kesabaranya yang tidak tahan dalam mengahadapi segala cobaan dan rintangannya.
Saya pernah berdialog dengan teman saya yang lulus dalam sebuas tes untuk masuk kedalam sebuah perusahaan nasional yang sangat bonafitlah karena kalau masuk perusahaan itu seluruh karyawannya terjamin secara materi . Karena otak teman saya sangat jenius dia lulus dalam tes masuk ke perusahaan tersebut.
Dia mengatakan.”Saya dulu lulus tes di sebuah perusaahaan nasional walaupun sleksinya sangat ketat dan susah ,tapi saya mampu lulus dan bersaing dengan ribuan peserta lain.
“Setelah lulus tes saya ditraining tapi jauh dari dugaan saya,saya ditempatkan dulu di sebuah kantin perusahaan bagian cuci piring semacam OB lah atau cleaning sevisnya.Saya gak tahan mungkin karena dulu ingin bekerja di perusahan tersebut bukan menjadi seperti itu tapi langsung duduk di belakang meja dengan setelan jas dan berdasi tapi sekarang saya hanya menjadi tukang cuci piring,batin saya tidak menerima itu .”
“Setiap kerja saya mengerutu dan marah-marah daripada kerja seperti ini saya lebih baik keluar.Saya punya seorang teman dia paling dekat dengan saya dia tidak pernah menggrutu dan pasrah dengan nasibnya seperti itu .Dia tidak pernah mengeluh atau menggrutu tidak tahu kalau dengan jiwanya apa sama dengan saya, saya benar-benar tidak tahu.”
“Akhirnya keputusan saya sudah bulat untuk keluar dari perusahaan itu .Tanpa memberitahukan ke pemimpin perusahaan hanya ke teman saya itu bahwa saya akan keluar dan pulang kampung saja.Saya benar-benar keluar dari perusahaan itu.
“Setahun setelah saya keluar dari perusahaan itu saya masih biasa-biasa saja belum ada perubhan dari pekerjaan atau pun materi.Suatu hari saya jalan –jalan ke kota di daerah saya tanpa di duga saya bertemu dengan teman saya waktu training di perusahaan itu ,Dia sudah gagah dengan memakai mobil pribadi dan pakain yang tidak kumal waktu training.”
“Teman saya mengatakan.Coba kalau kamu sedikit sabar saja saya yakin kamu akan cepat sukses dan naik pangkat daripada saya karena kamu sangat jenius.”
Itulah saudaraku jadi kita harus memiliki kesabaran dalam mengahadapi segala tantangan dalam hidup kita ini.Pribahasa mengatakan hujan pasti ada redanya banjir pasti ada surutnya hanya saja bagaiman kita menyikapinya.
Ternyata kejeniusan bisa dikalahkan oleh orang yang sabar.
Saya teringat jaman kecil saya sewaktu Almarhum bapak masih ada sebelum tidur beliau selalu menceritaka sebuah riwayat atau dongeng sebelum tidur yang selalu membekas dalam pikiran saya.Cerita tentang seorang santri yang sangat bodoh bisa dikatan begitu karena dia selalu tidak dapat menghapal pelajaran dari sang gurunya ,sedangkan santri yang lain mereka mampu menghapalnya.
Karena dia merasa bodoh dia memtuskan untuk pulang saja karena mondok atau belajarpun percuma tidak ada hasilnya.Pulang lah dia dari pndoknya dengan hati sedih tanpa memberitahukan kepada gurunya hanya kepada teman dekatnya saja bahwa dia mau pulang.
Di tengah perjalan pulangnya dia beristrirahat karena lelah sambil mengusap air pelunya dia duduk diatas akar pohon yang besar dan rimbun kicau burung menemaninya dengan semilir angin yang menerpa tubunya menambah kesegaran pulangnya tapi tidak sesegar pikirannya.Diseberang pohon ada sebuah tebing yang tidak terlalu tinggi dengan akar akar menggantung di tebing itu.Dia teru melihat ke tebing yang ditutupi akar pohon ,dari akar pohon itu keluar air yang menetes ke bawah tebing.
Tetesan air itu menimpa batu yang di bawahnya.sampai membetuk cekungan pada batu itu.Santri ini terus memandang kejadian alam itu melihat air yang menetes hanya setetes saja tidak deras tapi batu bisa mencekung.Santri ini terus memandang pemandangan itu sambil berpikir.Batu saja yang keras bisa cekung hanya dengan tetesan air ,bukan karena batu itu rapuh atau airnya yang tajam tapi karena waktu yang lama.Entah bagaimana di dalam hati santri itu masuk sebuah motivasi yang sangat kuat untuk bangkit .
Santri itu memutuskan untuk kembali lagi ke pondoknya tidak jadi pulang kerumahnya.Dengan tekad yang kuat termotivasi oleh tetesan air yang menimpa batu itu.Dia bangkit dengan semangat dan kesabaran yang kuat sampai dia sukses menjadi seorang ulama hebat .
Semoga kita diberikan kesabaran dalam menghadapi segala rintangan dalam mencapai segala cita –cita kita .

Komentar
Posting Komentar