Langsung ke konten utama

PUNYA ANAK SALAH TUJUAN

Saya sering mendengar orang berkata bahwa tidak memiliki anak adalah kerugian buat kita.Saya bertanya kepada orang tersebut apa tujuan anda memiliki seorang anak dia menjawab karena dengan memiliki anak masa tua saya ada yang mengurus .Jadi menurut orang itu memiliki anak hanya untuk menyandarkan masa tua supaya dia diurus oleh anak anaknya.


Yang berbicara seperti itu adalah seorang sarjana pendidikan Islam yang pernah mondok juga.Saya melihat memang kebanyakan orang seperti itu pemikiran dan tujuanya .Mereka berpikir seperti itu mungkin karena hanya menggunakan akalnya.Kalau saya pikir kemana keyakinan mereka terhadapa kekuasaan Allah yang maha mengurus dan menjamin segala kebutuhan mahluknya.

Tulisan ini saya buat bukan untuk tidak memiliki anak tapi jangan salah tujuan .Karena yang menjamin dan mengurus kita di hari tua dan sekarang sampai kapan pun adalah Allah yang maha kuasa.
Banyak anak pun tidak bisa menjamin mereka akan mengurus anda ,apalagi mereka bukan anak sholeh.Saya memiliki contoh ada seorang kakek tua yang memiliki banyak anak ,tapi hidupnya dia sendirian dan diakhir sakaratul mautnyapun dia tidak diketahuinya.Kakek itu meninggal di kamarnya sendirian tanpa disakasikan atau ditemani anak-anaknya.Baru diketahui setelah hari berikutnya.Menurut saya tragis anak banya tapi tak satupun yang mau menemaninya.
Tapi ada satu orang lagi yang tidak memiliki seorang anak dan istri.Ketika dia sakit dia cepat ke ruamah sakit dibawa oleh keponakan dan saudaranya.Dan ketika dia sakaratul maut dia ditemani oleh orang -orang terdekatnya saudaranya keponakannya.Setelah meninggal terus didoakannya .



Tulisan ini saya buat bukan untuk tidak memiliki anak tapi jangan salah tujuan .Karena yang menjamin dan mengurus kita di hari tua dan sekarang sampai kapan pun adalah Allah yang maha kuasa.Semoga tulisan yang sangat sederhana ini bisa bermanfaat untuk kita semua.










sumber gambar dari googgle

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...