Langsung ke konten utama

NAFSU ADALAH HIASAN, DITEMPAT YANG TEPAT

Bila motivasinya hanya nafsu maka hasilnya akan semu.Bukan kita harus mengahancurkan atau membunuh nafsu tapi kita harus mengendalikan atau menaklukan hawa nafsu agar nafsu itu menjadi hiasan buat kehidupan.

Kalau kita memperturutkan hawa nafsu tidak akan ada batasnya , segala sesuatu pasti ada batasnya kecuali hawa nafsu.Nafsu itu sebenarnya adalah hiasan buat kehidupan kita .Berbiacara hiasan minimal kita harus bertanya kapan harus memakai hiasan itu?Di mana memakai hiasan itu?

Ketika kita kita mau keondangan atau ada acara resmi kita memakai Jas , Pakaian yang bagus dengan dasinya ,celana dan sepatu serta kaos kakinya,itu wajar atau pantas karena mau keondangan atau ada acara resmi.Tapi kalau kita lakukan itu semua untuk pergi ke Wc apa pantas ah saya rasa itu tidak pantas ,pembaca pun pasti setujukan.

Di mana memakainya tentunya harus pantas kalau kopiah memakainya harus dikepala sepatu di kaki dan dasi di leher.Tapi kalau sebalikannya kopiah di dengkul dasi di kaki dan sepatu di jidat bagaimana itu ,tentu orang akan mengatakan kepada kita ini orang gila.

Orang memiliki nafsu itu bagus untuk gairah hidup dan membangun kehidupan tapi nafsunya harus dikendalikan .Apabila orang tidak memiliki nafsu celaka itu tidak ada kemauan atau cita-cita dalam kehidupanya.Saya yakin kalau manusia di dunia ini tidak ada hawa nafsu tentunya tidak akan ada perkembangan kehidupan manusia akan monoton.Tentunya tidak akan ada teknologi mutahir kapal terbang kapal selam bahkan yang paling keren adalah jalan tol bawah laut.Andaikan manusia tidak memiliki hawa nafsu tentunya semua itu tidak aka nada .

Manusia dihiasi dengan nafsu maka peliharalah nafsu tersbut agar menjadi hiasan bukan sebaliknya nafsu menjadi menghancurkan diri kita .Memiliki hawa nafsu itu adalah fitrah manusia karena manusia memiliki akal dan nafsu .Hanya saja bagaimana kita mngendalikan hawa nafsu itu.






Gambar Sumber Google


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...