Saya masih ingat cerita waktu di sekolah dasar dahulu. Seorang musafir
berjalan jauh diterik panas matahari dia
mencari tempat berlindung dari sengatan matahari yang membakar tubuhnya.Keringat membasahi
pakaian dan badannya.Dia terus berjalan hingga di suatu tempat yang teduh karena ada sebuah pohon besar yang tegak
berdiri di pinggir jalan sebagai tempat
peristirahatan seluruh musafir .
Musafir itu berteduh dibawah pohon beringin yang rimbun pohonya yang besar dahannya yang kuat dan daunya yang lebat.Sambil melepas lelah dari perjalanan yang jauh dia duduk diatas akar beringin sambil bersandar ke pohonya dan memandang ke atas pohon beringin itu .Angin yang berhembus seperti kipas alam yang meniupi keringat musafir tersebut membuat musafir itu betah beristirahat di bawah pohon beringin itu.
Musafir itu bangkit dari tidurannya sambil memungut buah beringin yang menimpa hidungnya
tadi sambil mengatakan “untung buah
beringin kecil coba kalau besar ,
sebesar buah melon atau labuh bisa
hancur hidung dan muka saya.Tuhan memang
adil.Dia langsung mengucapkan
Astagpirullah al adim .Tuhan benar-benar adil.
Komentar
Posting Komentar