![]() |
Bukan Hanya Pintar???
Saya sangat tajub dengan kecerdasan seseorang ,hanya diterangkan sebentar dia langsung mengerti dan langsung latihan ,hasilnya baik sekali.Di kelas yang saya ajar mata pelajaran yang dianggap rumit bahkan sulit adalah matematika.Ada satu orang murid sangat cerdas dengan matematika ,ketika saya menjelaskan dia agak cuek atau tidak begitu memperhatikan saya kadang saya juga merasa kesal dengan sikapnya seperti itu tapi saya biarkan dulu.Setelah beres menerangkan saya memberikan latihan ,ternyata yang paling dahulu menyelasaikan soal itu adalah murid saya yang paling cuek ketika saya menerangkan itu ,hasil latihan anak itu ternyata baik seklai. Sedangkan anak –anak yang lain harus diulang penjelasan saya berkali –kali itupun sebagian mereka belum mengerti ,tapi murid yang satu ini diterangkan satu kali dia langsung mengeti dan hasilnya luarbiasa.
Ada lagi teman saya yang asalnya sangat gaptek (gagap teknologi) dalam computer .Saya lihat dia tidak pernah kursus computer hanya bertanya kepada teman –teman yang sudah mahir dalam computer tapi sungguh luar biasa dalam waktu yang sangat singkat dia sudah sangat mahir bukan saja dalam mengetik saja tapi dalam bidang desain dan program sampai mampu membuat website pribadi yang menurut ukuran saya sangat bagus ,karena saya belum mampu untuk hal- hal seperti itu.Selain dalam bidang computer juga dia luar biasa dalam ilmu pengetahuan lainya seperti bidang bahasa dan keagamaan.
Sebetulnya masih banyak orang –orang seperti itu yang sangat jenius bahkan yang super jenius ,karena Indonesia tidak kalah dengan Negara lain yang mengahsilkan orang –orang jenius .Tapi setelah saya melihat orang tadi dari segi otak mereka sangat jenius namun ada kekuranganny yaitu sikap atau kecedasa emosionalnya. Dengan kecerdasan yang dimilikinya tidak mengahsilkan kesuksesan yang luarbiasa ,hanya sebatas bisa tidak ada pengembangan lagi.
Andaikan otak yang dimilikinya dikembangkan dalam satu bidang saja atau untuk menguasai satu bidang keahlian saya yakin akan sukses dengan gemilang.Karena sikapnya itu hanya sebatas tahu akhirnya otaknya itu terbengkalai dan tidak berguna.Pantas seorang pengarang buku Berpikir Besar menulis dalam bukunya bukan seberapa besar otak yang kita miliki tapi seberapa besar kita berfikir dan bersikap positif .
Tanpa kecerdasa emosi kecerdasan otak akan sia –sia ,sehingga orang itu secara otak dia jenius tapi dalam sikap dia tidak mampu bertahan dalam menghadapi tantangan hidup .Kalau menurut bahasa Madrasah orangnya itu tidak istikomah .Terlalu mengandalkan otaknya yang cerdas tanpa memikirkan apa yang akan terjadi atau menurut otaknya baik itu yang dijalankan .
Kalau hanya kecerdasan otak yang dia miliki tanpa kecerdasan emosi dia akan terjebak dam pemikirannya sendiri.Sehingga bila diberikan suatu masalah yang jalan adalah otak tanpa mempertimbgkan hati dan perasaan.
Ketika dia berbicara ceplas ceplos karena menurut otaknya baik tanpa mempertimbangkan hati dan perasaan yang diajak bicara atau kepada siapa yang dia bicara.karena menganggap bahwa hal itu baik menurut otaknya tanpa mempertimbangkan perasaan yang dimiliki orang lain .
Memiliki kecerdasan otak atau IQ itu bagus tapi harus dibarengi dengan kecerdasan emosi karena hidup di dunia sangat komplek sehingga dibutuhkan kecerdasan-kecerdasan yang lain ,bukan hanya kecerdasan otak saja.
Kita harus bangga dengan anak yang jenius atau pintar tapi kita harus hati –hati ,jangan sampai dia terjebak dalam kepintarannya sehingga dia mengesampingkan kecerdasan emosinya.Coba kita lihat berapa banyak orang pintar yang bunuh diri atau membunuh orang lain .Karena emosi atau sikapnya tidak sejenius otaknya.
Maka ,selain kita mendidik anak –anak kita menjadi seorang yang pintar juga harus di barengi dengan sikapnya yang baik atau ahlaknya agar anak kita sukses dengan bahagia di dunia dan akhirat .
mohon maaf ,tulisan ini hanya curhatan serorang yang sedang mengajar. kritik yang santun saya tunggu.termakasih telah membaca tulisan yang sangat sederhana ini.



Komentar
Posting Komentar